9  UAS-4 My Knowledge: Pengetahuan tentang Sistem Informasi dan Produktivitas Manusia

Pada bagian sebelumnya, saya membangun konsep dan opini mengenai pemanfaatan sistem informasi untuk membantu manusia mengelola waktu dan fokus kerja. Untuk mendukung konsep dan opini tersebut, diperlukan pengetahuan yang terstruktur agar solusi yang dirancang tidak bersifat asumtif, melainkan berbasis pemahaman yang benar terhadap realitas.

Hakikat Pengetahuan dalam Konteks Produktivitas

Menurut saya, pengetahuan dalam konteks ini adalah deskripsi bahasa tentang realitas kerja manusia, baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari sistem sosial. Manusia bekerja di dalam lingkungan alam (waktu, energi, keterbatasan fisik) dan lingkungan sosial (tuntutan kerja, budaya produktivitas, teknologi).

Dalam rekayasa sistem informasi untuk produktivitas, pengetahuan yang terlibat mencakup:

Masalah produktivitas pada dasarnya muncul ketika manusia tidak mampu memindahkan beban pekerjaan dari kondisi tidak terstruktur menuju kondisi yang lebih terkelola.

Klasifikasi Pengetahuan Berdasarkan Taksonomi Bloom

Pengetahuan tentang sistem informasi dan produktivitas dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa level Taksonomi Bloom sebagai berikut:

Dengan demikian, pengetahuan tidak berhenti pada hafalan atau penggunaan alat, tetapi mencapai kemampuan merancang solusi baru.

Peta Pengetahuan dalam Konteks Rekayasa Produktivitas

Dalam topik ini, pengetahuan dapat divisualisasikan ke dalam dua jenis peta pengetahuan:

1. Peta Pengetahuan Primitif

Peta ini berisi pengetahuan dasar seperti:

Peta ini bersifat hierarkis dan berfungsi sebagai fondasi pemahaman, terutama pada level Remember dan Understand.

2. Peta Pengetahuan Aplikatif / Pemecahan Masalah

Peta ini menggambarkan proses:

Peta ini bersifat dinamis dan berorientasi pada proses pemecahan masalah, mencakup level Apply hingga Create.

Produk Pengetahuan

Sebagai hasil dari pemahaman ini, pengetahuan diwujudkan dalam bentuk produk pengetahuan, seperti:

Produk-produk ini menunjukkan bahwa pengetahuan tidak hanya dipahami, tetapi juga diterapkan dan direfleksikan.

Penutup

Dengan demikian, pengetahuan dalam topik ini dapat dipandang sebagai cetak biru berpikir yang memungkinkan manusia memanfaatkan sistem informasi untuk mengurangi beban kerja dan meningkatkan kesadaran terhadap penggunaan waktu. Pengetahuan yang terstruktur inilah yang menjadi dasar bagi konsep, opini, dan solusi rekayasa yang bermakna.